VISITOR

Flag Counter

ini nih trailer film TAROT . yang ngakunya doyan nonton horor wajib lihat nih :)
[ Read More ]

berikut ini adalah tutorial membuat motif batik yang elegant, dinamis serta praktis





untuk melihat tutorial lengkapnya, kamu bisa klik di sini


[ Read More ]

With Manchester United finally accustomed to life under manager Louis van Gaal, former defender Gary Neville believes the Premier League giant can only get better following Sunday's derby win. United claimed bragging rights and consolidated third position in the table after routing reigning champion Manchester City 4-2 in the Manchester derby at Old Trafford - the club's first derby win since 2012. Goals from Ashley Young, Marouane Fellaini, Juan Mata and Chris Smalling canceled out City's eighth-minute opener via Sergio Aguero, who netted a consolation in the final minute of regulation time, as United moved four points clear of it neighbor with six matches remaining. Having chalked up impressive victories over City, Liverpool and Tottenham in the past month, Neville said United can mount a serious title bid if it can improve on losses to Swansea City, Sunderland and Leicester City. "Next season, [Van Gaal] will look at games he's dropped points in in this season and will think because that level of performance has come now, they could win those games next season," Neville said on Sky Sports' Super Sunday. "I think the confidence will be growing in the camp. There are people in that dressing room who have won titles, and they'll get the feeling again that the performance levels and confidence is coming back. "That's the first time Louis van Gaal, Juan Mata and Marouane Fellaini have seen Old Trafford properly today in terms of an atmosphere. It's what Manchester United can create and that will give them enormous confidence. It always does when you win big matches." Neville added: "They're getting so confident now. It is a fantastic four performances. Against Spurs, you were maybe saying: 'Spurs were poor that day, they were flaky.' So you were thinking: 'Is that the real deal?' To go to Anfield and win makes you really sit up, because it's a tough place to play no matter how Liverpool are playing, what point in the season it is, or what point Liverpool or United are in in their development. "But to come here today, especially after City started well and went a goal up, that's a proper performance." sumber : goal.com
[ Read More ]

As much as he loves to experiment with rosters, even Jurgen Klinsmann had to know that you don't mess around when it comes to facing Mexico. Klinsmann has called in a veteran-heavy squad for Wednesday's friendly against Mexico, including nine members of the 2014 U.S. World Cup team. The roster is devoid of true newcomers to the national team fold, with some familiar faces making their return, including New England Revolution forward Juan Agudelo and Seattle Sounders defender Brad Evans. Michael Bradley leads a group that is without injured star Clint Dempsey, who is nursing a hamstring injury. Starting striker Jozy Altidore is also missing, as he serves a one-match suspension for the red card he was issued in last month's 1-1 friendly draw against Switzerland. “Always when there’s somebody missing it’s an opportunity for other ones coming in, but if you look at the roster, there is no Brad Guzan nor Fabian Johnson, no Jozy Altidore, no Alejandro Bedoya, no Clint Dempsey," Jurgen Klinsmann said in an interview released by U.S. Soccer. "Mexico is in a similar situation being without guys like Chicharito, Guardado, Dos Santos and the players based in Europe. So it is a different kind of a mixture that you find in this game, but it’s still U.S. against Mexico. It’s still sold out. It’s still both teams wanting to win and the players wanting to impress. "So when these players, like Dempsey and Altidore now are not there, that’s the moment for other players to use that space and show what you have. I think we’re going to see some individual performances that will hopefully give us a hint toward the Gold Cup.” The absences of Dempsey and Altidore pave the way for Agudelo to make his return to the team after a year away. They also open the door for Stanford University standout Jordan Morris to take part in his third senior team camp. It should also afford Gyasi Zardes an opportunity to take a key role in a high-profile match, which will be just his fifth with the U.S. "I see this kind of a game as a huge opportunity for players to come in and play in front of a sold-out stadium and loud crowd, a lot maybe pro-Mexico (fans)," Klinsmann said. "These are the games where you mature and where you try to express yourself and show what you have, and therefore we are thankful that we can play this game.” Kyle Beckerman and Omar Gonzalez return to the fold after sitting out the January training camp and missing the March friendlies. Matt Besler is also back in the squad after missing the March matches. Here is the full U.S. squad that will face Mexico on Wednesday in San Antonio: GOALKEEPERS: Bill Hamid (D.C. United), Nick Rimando (Real Salt Lake), William Yarbrough (Club Leon) DEFENDERS: Ventura Alvarado (Club America), Matt Besler (Sporting Kansas City), Brad Evans (Seattle Sounders FC), Greg Garza (Club Tijuana), Omar Gonzalez (LA Galaxy), Michael Orozco (Puebla), Brek Shea (Orlando City SC), DeAndre Yedlin (Tottenham Hotspur) MIDFIELDERS: Kyle Beckerman (Real Salt Lake), Michael Bradley (Toronto FC), Joe Corona (Club Tijuana), Mix Diskerud (New York City FC), Miguel Ibarra (Minnesota United FC), Lee Nguyen (New England Revolution) FORWARDS: Juan Agudelo (New England Revolution), Julian Green (Hamburg), Jordan Morris (Stanford University), Chris Wondolowski (San Jose Earthquakes), Gyasi Zardes (LA Galaxy) sumber : goal.com
[ Read More ]

'City Harus Mulai Khawatirkan Soton, Spurs dan Liverpool' Manchester City © AFP
Bola.net - Mantan pemain Manchester United, Phil Neville mengklaim bahwa Manchester City kini harus mulai khawatir dengan Tottenham Hotspur, Liverpool dan Southampton. Sebuah kekalahan dari Manchester United di Old Trafford akhir pekan lalu membuat The Citizens kini turun ke posisi keempat klasemen sementara. Posisi mereka hanya unggul lima poin dari Soton, dan tujuh poin dari Spurs dan Liverpool. Dan dikatakan Neville, bila anak asuh Manuel Pellegrini tak segera memperbaiki performa mereka, bukan tidak mungkin posisi mereka akan terkejar oleh tiga tim di bawah mereka. "Bila ini di awal musim, akan lebih mudah untuk mengembalikan mood dan momentum, tetapi ini enam laga tersisa jadi lebih sulit," ujarnya. "Trofi juara telah pupus, sekarang mereka di posisi keempat, berjuang mendapatkan tempat di zona Liga Champions dan tekanan juga ada di sana. Kini mereka akan melihat bagaimana Southampton dan Liverpool," tandasnya.(ins/dzi) sumber: bola.net
[ Read More ]

MAKALAH BAKTERIOLOGI UJI ANTIBIOTIK DAN ANTIMIKROBA DISUSUN OLEH: 1. RISTA DEWI S (A102.10.056) 2. WINDY MARETTA P (A102.10.068) 3. YHOSHIKI ALIFIA K (A102.10.070) AKADEMI ANALIS KESEHATAN NASIONAL SURAKARTA TAHUN 2014/2015 BAB I PENDAHULUAN A. Sejarah Antibiotik Antibiotik, seperti yang kita ketahui saat ini ternyata berasal dari bakteri yang dilemahkan, tidak ada yang menduga bahwa bakteri lemah tersebut mampu membunuh bakteri lain yang berkembang dalam tubuh makhluk hidup. Antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh mikroba terutama jamur, yang dapat menghambat pertumbuhan ataupun membunuh mikroba lain. Pada tahun 1929, Fleming mengamati substansi bakteri-ostatik yang dihasilkan jamur Penicillium notatum dan diberi namaPenicillin. Sejak itu penisilin dikenal dan diketahui dapat diproduksi oleh berbagai jamur.Namun karena kurang stabil terutamabio-aktivitasnya akan hilang bila diuapkan sampai kering, maka penisilin kemudian ditinggalkan. Sekitar tahun 1939, Florey dan kawan-kawan melakukan percobaan kembali terhadap kemungkinan penggunaan penisilin Fleming untuk terapi. Tahun 1940, Chain dan kawan-kawan juga melakukan penelitian penisilin, mereka membiakkan organisme Fleming dan pada waktu ekstraksi dikontrol pada temperatur rendah, akhirnya mereka mampu memekatkan penisilin sampai 1000 kali, serta dapat menghasilkan garam penisilin berbentuk bubuk kering yang mempunyai stabilitas baik terutama bila disimpan. Hasil ini merupakan kemajuan besar dalam perkembangan produksi antibiotik terutama penisilin dan merupakan tonggak sejarah manusia dalam memerangi penyakit infeksi. Pada waktu yang hampir sama, di Rockefeller Institute for Medical Research New York. Dubos menemukan antibiotik komplek tyrothricin yang diproduksi oleh bakteri tanah Baccilus brevis.Selanjutnya Dubos, Waksman dan Woodruff menemukan aktinomisin yang diperoleh dari biakan aktinomisetes. Pada tahun 1944 Selman Waksman menemukan streptomisin yang merupakan salah satu antibiotik yang dihasilkan oleh Streptomyces anggota dari aktinomisetes. Streptomisin merupakan anti tuberculosis yang mujarab. Perkembangan ini merangsang penelitian lebih lanjut terhadap genus streptomises dalam usaha mencari mikroorganisme penghasil antibiotik.Sejak itu aktinomisetes terutama streptomises menjadi gudang utama untuk memperoleh antibiotik baru.Di berbagai lembaga penelitian dilakukan pencarian antibiotik dari berbagai tipe mikroorganisme terutama aktinomisetes dan telah berhasil mendapatkan antibiotik baru. Pada tahun 1945 telah ditemukan basitrasin yang dihasilkan oleh Bacillus, diikuti khloramfenikol oleh Strepto-myces venezuelae dan polimiksin oleh B. polymyxa pada tahun 1947, khlortetrasiklin oleh S. aureofaciens pada tahun 1948 dan neomisin oleh S. fradiae tahun 1949, oksitetrasiklin 1950 dan eritromisin 1952, keduanya dihasilkan oleh Streptomyces. Kanamisin ditemukan oleh Umezawa dan koleganya tahun 1957 dari biakan streptomyces.Semua ini merupakan antibiotik yang sangat penting dan sampai saat ini masih diperhitungkan sebagai salah satu antibiotik untuk melawan infeksi. Pada tahun enam puluhan, penemuan antibiotik agak berkurang tetapi usaha penemuan dilakukan untuk aplikasi yang lebih luas yaitu untuk mencari antifungal, anti mikoplasmal, anti spirochetal, anti protozoal, anti tumor, anti virus, dan antibiotik untuk penggunaan non-medis.Pada dekade ini problem resistensi bakteri terhadap antibiotik mulai muncul dan telah berkembang, sehingga memacu mencari antibiotik baru atau derivat antibiotik yang telah dikenal untuk menggantikan antibiotik yang sudah ada.   BAB II ISI A. ANTIBIOTIK Antibiotik berasal dari dua kata Yunani, yaitu ‘anti’ yang berarti ‘melawan’ dan ‘bios’ yang berarti ‘hidup’. Antibiotik merupakan produk metabolit yang dihasilkan suatu mikroorganisme tertentu, yang dalam jumlah amat kecil bersifat merusak atau menghambat mikroorganisme lain. Dengan perkataan lain, antibiotik merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh suatu mikroorganisme yang menghambat mikroorganisme lain. Antibiotik ini menunjukkan aktivitas toksisitas selektif dan mungkin berbeda pada tiap organisme. Sebagian besar antibiotik yang digunakan dalam beberapa decade terakhir murni berasal dari mikroba Jenis antibiotik yang dikategorikan berdasarkan struktur kimia adalah sebagai berikut: 1. Penisilin (Penicillins) Penisilin atau antibiotik beta-laktam adalah kelas antibiotik yang merusak dinding sel bakteri saat bakteri sedang dalam proses reproduksi. Penisilin adalah kelompok agen bakterisida yang terdiri dari penisilin G, penisilin V, ampisilin, tikarsilin, kloksasilin, oksasilin, amoksisilin, dan nafsilin. Antibiotik ini digunakan untuk mengobati infeksi yang berkaitan dengan kulit, gigi, mata, telinga, saluran pernapasan, dll. Sebagian orang mungkin mengalami alergi terhadap penisilin dengan keluhan ruam atau demam karena hipersensitivitas terhadap antibiotik. Seringkali penisilin diberikan dalam kombinasi dengan berbagai jenis antibiotik lainnya. 2. Sefalosporin (Cephalosporins) Sefalosporin, seperti penisilin, bekerja dengan mengganggu pembentukan dinding sel bakteri selama reproduksi.Namun, antibiotik ini mampu mengobati berbagai infeksi bakteri yang tidak dapat diobati dengan penisilin, seperti meningitis, gonorrhea, dll. Dalam kasus dimana orang sensitif terhadap penisilin, maka sefalosporin bisa diberikan sebagai alternatif. Namun, dalam banyak kasus, ketika seseorang alergi terhadap penisilin, maka kemungkinan besar dia akan alergi terhadap sefalosporin juga. Ruam, diare, kejang perut, dan demam adalah efek samping dari antibiotik ini. Contoh : sefaleksin, sefamandol, sefouroksin, sefotaksin, seftazidin, aztreonam 3. Aminoglikosida (Aminoglycosides) Jenis antibiotik ini menghambat pembentukan protein bakteri. Karena efektif dalam menghambat produksi protein bakteri, aminoglikosida diberikan antara lain untuk mengobati tifus dan pneumonia.Meskipun efektif dalam mengobati bakteri penyebab infeksi, terdapat risiko bakteri semakin tahan terhadap antibiotik ini. Aminoglikosida juga diberikan dalam kombinasi dengan penisilin atau sefalosporin. Aminoglikosida efektif mengendalikan dan mengobati infeksi bakteri, namun berpotensi melemahkan ginjal dan fungsi hati. Contoh: streptomisin, gentamisin, amiksin, neomisin paromomisin. 4. Makrolida (Macrolides) dan linkomisin. Sama seperti sebelumnya, antibiotik ini mengganggu pembentukan protein bakteri. Makrolida mencegah biosintesis protein bakteri dan biasanya diberikan untuk mengobati pasien yang sangat sensitif terhadap penisilin. Makrolida memiliki spektrum lebih luas dibandingkan dengan penisilin dan digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran lambung, dll. Ketidaknyamanan pencernaan, mual, dan diare adalah beberapa efek samping dari makrolida. Selain itu, wanita hamil dan menyusui tidak boleh mengonsumsi makrolida.Contoh : eritromisin, azitromisin, spiramisin, linkomisin. 5. Sulfonamida (Sulfonamides) Obat ini efektif mengobati infeksi ginjal, namun sayangnya memiliki efek berbahaya pada ginjal. Untuk mencegah pembentukan kristal obat, pasien harus minum sejumlah besar air. Salah satu obat sulfa yang paling sering digunakan adalah gantrisin. 6. Fluoroquinolones Fluoroquinolones adalah satu-satunya kelas antibiotik yang secara langsung menghentikan sintesis DNA bakteri.Karena dapat diserap dengan sangat baik oleh tubuh, fluoroquinolones dapat diberikan secara oral. Antibiotik ini dianggap relatif aman dan banyak digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih dan saluran pernapasan. Namun, fluoroquinolones diduga mempengaruhi pertumbuhan tulang.Itu sebab, obat ini tidak direkomendasikan untuk wanita hamil atau anak-anak. Efek samping yang sering timbul meliputi mual, muntah, diare, dll 7. Tetrasiklin (tetracyclines) dan polipeptida (polypeptides) Tetrasiklin adalah antibiotik spektrum luas yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi seperti infeksi telinga tengah, saluran pernafasan, saluran kemih, dll.Pasien dengan masalah hati harus hati-hati saat mengambil tetrasiklin karena dapat memperburuk masalah.Contoh : tetrasiklin, doksisiklin. 8. Polipeptida Polipeptida dianggap cukup beracun sehingga terutama digunakan pada permukaan kulit saja.Ketika disuntikkan ke dalam kulit, polipeptida bisa menyebabkan efek samping seperti kerusakan ginjal dan saraf.Contoh :polimiksin B, basitrasin, gramsidin. Sifat-sifat antibiotik sebaiknya: • Menghambat atau membunuh patogen tanpa merusak host • Bersifat bakterisid • Tidak menyebabkan resistensi terhadap kuman • Berspektrum luas • Tidak bersifat alenergik atau menimbulkan efek samping jika digunakan dalam waktu lama • Aktif dalam plasma, cairan badan, atau eksudat • Larut dalam air serta stabil • Bakterial level di dalam tubuh cepat dicapai dan bertahan untuk waktu lama. Antibiotik mengganggu bagian-bagian yang peka dalam sel, yaitu: • Sintesis dinding sel • Fungsi membran • Sintesis protein • Metabolisme asam nukleat • Metabolisme intermedier Suatu bahan diklasifikasikan sebagai antibiotika apabila: 1. Bahan tersebut merupakan produk metabolisme (alami mapupun sintesis) 2. Bahan tersebut adalah produk sintesis yang dihasilkan sebagai analog struktur suatu antibiotika yang terdapat di alam. 3. Bahan tersebut mengantagonis pertumbuhan atau keselamatan suatu spesies mikroorganisme atau lebih. 4. Bahan tersebut efektif dalam konsentrasi rendah. B. ANTIMIKROBA Zat antimikroba adalah senyawa yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme.Zat antimikroba dapat bersifat membunuh mikroorganisme (microbicidal) atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme (microbiostatic).Disinfektan yaitu suatu senyawa kimia yang dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme pada permukaan benda mati seperti meja, lantai dan pisau bedah.Adapun antiseptik adalah senyawa kimia yang digunakan untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan tubuh, misalnya kulit. Berdasarkan sifat toksisitas selektif, ada antimikroba yang bersifat menghambat pertumbuhan mikroba, dikenal sebagai aktivitas bakteriostatik; dan ada yang bersifat membunuh mikroba, dikenal sebagai aktivitas bakterisid. Berdasarkan mekanisme kerjanya, antimikroba dibagi dalam lima kelompok, yaitu: 1. Yang mengganggu metabolisme sel mikroba. 2. Yang menghambat sintesis dinding sel mikroba. 3. Yang mengganggu permeabilitas membran sel mikroba. 4. Yang menghambat sintesis protein sel mikroba. 5. Yang menghambat sintesis atau merusak asam nukleat sel mikroba. Penggunaan terapeutik antimikroba di klinik bertujuan membasmi mikroba penyebab infeksi.Penyakit infeksi dengan gejala klinik ringan, tidak perlu segera mendapatkan antimikroba.Menunda pemberian antimikroba malah memberikan kesempatan terangsangnya mekanisme kekebalan tubuh. Senyawa antimikroba adalah senyawa kimia yang dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroba. Antimikroba dapat dikelompokkan menjadi antiseptik dan desinfektan.Antiseptik adalah pembunuh mikroba dengan daya rendah dan biasa digunakan pada kulit, misalnya alkohol dan deterjen.Desinfektan adalah senyawa kimia yang dapat membunuh mikroba dan biasa digunakan untuk membersihkan meja, lantai, dan peralatan. Contoh desinfektan yang digunakan adalah senyawa klorin, hipoklorit, dan tembaga sulfat. C. JENIS UJI ANTIBIOTIK DAN ANTIMIKROBA Uji potensi antibiotik dilakukan dalam dua metode yaitu metode kertas saring (Kirby and Bauer) dan metode d’Aubert. • Metode kertas saring (Kirby and Bauer) Metode ini menghambat pertumbuhan mikroorganisme dengan menggunakan zat zat kimia seperti fungisida, bakterisida, dan insektisida. Prosedur difusi kertas cakram agar yang distandardisasikan (metode Kirby Bauer) merupakan cara untuk menentukan sensitivitas antibiotik untuk bakteri. Sensitivitas suatu bakteri terhadap antibiotik ditentukan oleh diameter zona hambat yang terbentuk.Semakin besar diameternya maka semakin terhambat pertumbuhannya, sehingga diperlukan standar acuan untuk menentukan apakah bakteri itu resisten atau peka terhadap suatu antibiotik. Faktor yang mempengaruhi metode Kirby-Bauer : - Konsentrasi mikroba uji - Konsentrasi antibiotik yang terdapat dalam cakram - Jenis antibiotik. - pH medium. Cara kerja pengujian antibiotik dengan metode Kirby-Bauer : 1. Celupkan cotton bud (cotton swab) dalam biakan bakteri kemudian tekan kapas ke sisi tabung agar air tiris 2. Ulaskan pada seluruh permukaan cawan Mueller-Hinton Agar secara merata 3. Biarkan cawan selama 5 menit 4. Kertas cakram dicelupkan dalam larutan antibiotik dengan konsentrasi tertentu. 5. Angkat, biarkan sejenak agar tiris, selanjutnya letakkan kertas cakram pada permukaan agar. 6. Kertas cakram ditekan menggunakan pinset supaya menempel sempurna di permukaan agar. 7. Inkubasi pada suhu 37˚C selama 24-48 jam. 8. Ukur diameter zona hambat (mm). Cara menginterpretasikan : Ukur diameter zona hambat (zona jernih), misal didapatkan zona hambat suatu bakteri berdiameter 26 mm untuk Eryhtromycin maka interpretasinya adalah bakteri tersebut peka terhadap antibiotik Eryhtromycin. Resistent : tahan Intermediate : medium Susceptible : peka. Metode d’Aubert yaitu metode yang digunakan untuk memeriksa kadar antibiotika dalam bahan makanan sebagai bahan pengawet. D. PENGARUH ANTIBIOTIK DAN ANTIMIKROBA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Pengaruh konsentrasi antibiotik terhadap pertumbuhan bakteri adalah semakin besar konsentrasi dari antibiotik maka kemampuan antibiotik untuk menghambat atau membunuh bakteri akan semakin besar (efektifitas kerja antibiotik meningkat).   DAFTAR PUSTAKA Dwidjoseputro, D. 2003. Dasar-Dasar Mikrobiologi.Djambatan. Jakarta. Jawetz, Melnick, Adelberg’s. 2005. Mikrobiologi Kedokteran. Salemba Medika. Jakarta. Katzung, B.G. 2004.Farmakologi Dasar dan Klinik. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
[ Read More ]